Showing posts with label Penyakit Gigi. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Gigi. Show all posts

2016-05-04

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya

Sakit gigi menurut bahasa adalah rasa nyeri pada suatu alat pengunyah yang dimiliki manusia. Nah, pada alat pengunyah tersebut terdapat sesuatu yang bernama pulpa gigi yang terdiri dari pembuluh darah, jaringan, serta saraf-saraf yang sensitif. Sakit gigi terjadi ketika pulpa mengalami peradangan.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya

Penyebab Sakit Gigi

Jika kita bertanya apa penyebab sakit gigi? Pasti kebanyakan akan menjawab kerusakan gigi adalah penyebabnya. Namun, tahukah Anda selain kerusakan pada struktur gigi, ternyata ada banyak penyebab sakit gigi lainnya.

Hal ini penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui penyebabnya akan membantu kita mencegah bahkan mengatasi sakit gigi sampai batas tertentu. Berikut penyebab-penyebab sakit gigi yang mungkin sedang anda alami:
  • Penyakit Gusi
Peradangan pada gusi akan menyebabkannya menjadi merah, bengkak, bahkan berdarah. Tentunya hal ini juga menimbulkan rasa sakit apalagi infeksi gusi lanjut yang juga dapat menyebabkan sakit gigi. Hal ini terjadi karena infeksi gusi menyebabkan peradangan pada gusi dan tulang yang menyebabkan pembengkakan jaringan penyokong gigi yang diliputi oleh gusi.
  • Susunan gigi yang tidak teratur 
Susunan gigi yang tidak pas seperti miring mampu membuat gigi anda merasa sakit juga. Hal ini disebabkan karena ketika anda menggunakan gigi untuk mengunyah, terjadi tekanan yang tidak seimbang. Sehingga mudah terjadi radang pada gigi.
  • Sinus
Sakit gigi tidak selalu berasal dari gigi, infeksi sinus atau sakit telinga dapat menyebabkan rasa sakit pada seluruh tengkorak kepala dan seringkali pula menyebabkan rasa sakit pada gigi. Rasa sakit seperti ini biasanya terasa di seluruh mulut walaupun bisa saja hanya terjadi pada area yang dekat dengan sumber infeksi. Selain rasa sakit, gejala-gejala sekunder dari sinusitis atau infeksi telinga seperti penyumbatan atau penurunan daya dengar dapat menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi sinusitis.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya
  • Kerusakan gigi
Merupakan penyebab sakit gigi yang paling utama dan tersering. Rongga kecil yang terdapat hanya pada lapisan luar gigi (enamel) biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi ketika rongga berubah menjadi lubang yang dalam dan menembus melalui email dan sampai pada lapisan dalam gigi (dentin), maka akan menjadi sangat sensitif dan mudah terasa sakit. Pada tahap lanjut pembusukan gigi berlubang berlangsung lebih dalam menuju lapisan terdalam (pulpa) sehingga akan mengakibatkan sakit gigi yang intens, nyeri yang tajam, terasa ngenyut dan lebih sakit daripada sakit hati. Infeksi dari gigi berlubang dalam tersebut dapat menyebabkan kematian jaringan pulpa dan menyebabkan abses (nanah) di bawah akar gigi.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya
  • Trauma Pada Gigi
Benturan atau trauma pada gigi yang menyebabkan gigi patah atau goyang pasti menyebabkan sakit gigi. Apalagi gigi patah dengan garis fraktur berjalan melalui pulpa (saraf) gigi tentu akan menimbulkan sakit gigi yang parah. Sering kali hal ini disebabkan oleh perilaku menyikat gigi yang tidak tepat sebagai akibatnya gusi menjadi surut atau erosi sehingga bagian gigi terbawah (akar gigi) menjadi kelihatan atau terbuka. Hal ini akan menyebabkan gigi menjadi sensitif terhadap makanan dingin, panas, dan asam. Disamping itu makanan dan minuman asam juga dapat mengikis akar dan memperburuk sensitivitas.
  • Perawatan dengan Kawat (Ortodontik)
Fungsi anda menggunakan kawat gigi memang untuk meratakan tampilan gigi. Karena pada awalnya gigi anda belum rata, jadi ketika dilakukan perataan (ortodentik) terjadi penyesuaian yang menyebabkan sakit. Selain itu menggunakan kawat gigi mampu memicu bakteri tumbuh. Sebab keadaan bawah kawat gigi atau bagian logamnya sangat sulit dijangkau untuk dibersihkan. Akibatnya tumbuhlah karang yang mampu merusak gigi anda.
  • Gigi yang Erosi
Gigi surut (erosi/abrasi gigi) gusi terjadi biasanya karena anda menyikat gigi namun dengan cara yang salah. Sehingga membuat akar bawah gigi terbuka. Karena tak ada pelindung di bagian akar gigi bawah, hal ini menjadikan ia lebih sensitive. Apalagi jika berkontakan langsung dengan makanan panas, dingin, dan asam. Menurut penelitian bahwa asam pada makanan atau minuman mampu mengikis akar gigi. Sehingga memperburuk kondisi sensitifitas gigi.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya
  • Bruxism
Bruxism merupakan suatu kondisi di mana menggiling gigi (menggeser gigi bolak-balik satu sama lain), menggertakkan atau mengepalkan gigi (berkontak rapat antara gigi atas dan bawah), yang terjadi tanpa sengaja atau tidak disadari. Hal ini dapat menjadi penyebab sakit gigi karena dapat menimbulkan tekanan berlebih pada jaringan pendukung gigi sehingga menyebabkan rasa sakit tidak hanya pada gigi, tetapi juga pada sendi rahang dan otot.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya
  • Gigi Miring 
Gigi yang miring atau tidak rata ternyata dapat menjadi penyebab sakit gigi. Hal ini terjadi ketika gigi tidak selaras dengan benar ada distribusi tekanan yang tidak merata pada saat mengunyah dengan demikian mudah terjadi peradangan pada saraf di gigi menyebabkan rasa sakit.
  • Tumbuh Molar 3/gigi bungsu
Ketika gigi bungsu (graham atau molar 3) mau tumbuh keluar biasanya juga menyebabkan rasa sakit pada gigi. Hal ini terjadi jika gigi bungsu gagal tumbuh secara sepenuhnya melalui garis gusi karena tidak ada cukup ruang untuk gigi bungsu keluar. Hal ini juga dapat menimbulkan tekanan pada gigi yang berdekatan sehingga menyebabkan rasa nyeri. Ketika gigi geraham bungsu telah tumbuh tapi hanya sebagian akan berpotensi menjadi tempat nyangkutnya banyak makanan karena susah dibersihkan. Dengan demikian akan menjadi tempat bakteri tumbuh dan berkembang biak yang memudahkan terjadinya infeksi pada gusi dan struktur gigi lainnya.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya
  • Malas Merawat
Kebiasaan buruk orang-orang adalah malas untuk membersihkan giginya. Apalagi yang pulang kerja malam, karena terlalu letih akhirnya tertidur. Factor ini menjadi pemicu seseorang mengalami sakit gigi. Bakteri yang menumpuk pada sisa makanan tidak dibersihkan. Sehingga menjadikan kerusakan gigi yang parah dan akhirnya menjadi rapuh. Untuk itu biasakan minimal menggosok gigi dua kali sehari.
  • Masalah di luar gigi 
Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh masalah yang tidak berhubungan dengan gigi atau rahang. Contohnya infeksi sinus atau sinusitis, tekanan dari sinus dapat menyebabkan sakit gigi bagian atas karena letak sinus yang dekat dengan gigi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit gigi atau nyeri rahang bisa merupakan tanda serangan jantung. Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh neuralgia trigeminal yang ditandai dengan episode sakit yang intermiten serta nyeri pada sisi wajah.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya

Gejala Sakit Gigi

Mereka yang menderita sakit gigi biasanya mengalami gejala seperti nyeri di sekitar gigi dan rahang, pembengkakan, sakit kepala, bahkan demam. Tingkat keparahan nyeri bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga hebat. Dan menurut pola kemunculannya, nyeri bisa timbul dan hilang secara berulang-ulang atau terasa terus-menerus (konstan).

Seringkali penderita sakit gigi merasakan nyeri atau ngilu yang memburuk pada malam hari atau ketika mereka makan dan minum, terutama yang terlalu dingin atau panas.

Sakit Gigi - Wawasan Tentang Gejala dan Penyebabnya

Mencegah Sakit Gigi

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, jika gigi Anda saat ini masih sehat, segeralah lakukan langkah pencegahan sebelum sakit gigi datang. Usaha pencegahan tersebut di antaranya:
  • Memeriksakan gigi Anda ke dokter setidaknya satu kali dalam setahun.
  • Membatasi konsumsi makanan atau minuman manis, misalnya seperti cokelat, kue, dan permen.
  • Menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah makan.
  • Bersihkan cela-cela gigi dengan dental floss atau benang gigi.
  • Sebagai pelengkap dan untuk lebih memastikan bakteri-bakteri di mulut telah mati, gunakan cairan pembersih mulut.
  • Berhenti atau mengurangi merokok. Merokok berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.
Tak kalah penting: Jenis-jenis Penyakit Gigi
Itulah ulasan yang mudah-nudahan cukup untuk Anda yang mencari info seputar sakit gigi. Semoga dengan artikel ini sedikit membantu pembaca yang membutuhkannya. Terimakasih...

2016-05-02

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Jenis karies gigi dan penyakit gusi adalah dua penyakit gigi yang paling umum dikeluhkan. Laporan survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Depkes RI tahun 2001 menyatakan, bahwa prevalensi penyakit gigi dan mulut, menjadi penyakit tertinggi meliputi 60% penduduk.

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Penyakit-penyakit gigi karena trauma, karies gigi dan penyakit periodontal dapat menyebabkan terjadinya kehilangan gigi. Hal ini menyebabkan gangguan fungsi fonetik, mastikasi dan estetik serta menyebabkan perubahan linggir alveolar (Jubhari,2007). Untuk mencegah efek negatif dari akibat kehilangan gigi dilakukan pembuatan gigi tiruan.

Keadaan itu menggambarkan, pelayanan kesehatan gigi baru ditangani pada kondisi penyakit yang sudah dalam keadaan kronis. Penyebab utama penyakit gigi ini antara lain masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai arti penting menjaga kesehatan gigi dan mulut, ketidaktahuan, serta mahalnya biaya.

Jenis Penyakit Gigi

Beberapa jenis penyakit gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh masyarakat antara lain :

Sakit Gigi

Sakit gigi bisa terjadi karena:
  • Karies gigi
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit gigi ini ditandai dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang pada gigi).
  • Abses
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal
Abses gigi adalah kumpulan nanah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit gigi dan gangguan lainnya. Jika seseorang diduga memiliki penyakit abses gigi, segeralah anda mendatangi dokter gigi untuk dilakukan perawatan. Jika tidak segera diobati, kondisi abses ini cenderung akan semakin memburuk dan dapat menyebabkan kehilangan gigi.
  • Perikoronitis 
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Perikoronitis adalah gangguan gigi dimana jaringan gusi di sekitar gigi bungsu membengkak dan terinfeksi. Penyakit gigi bungsu adalah set gigi geraham ketiga dan terakhir yang kebanyakan orang dapat pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan.
  • Peradangan sinus (sinusitis maksilaris)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Sinusitis maksilaris lebih disebabkan oleh masalah gigi atau disebut dengan sinusitis dentogen. Ini merupakan peradangan pada sinus maksilaris yang berasal dari infeksi penyakit gigi. Penyebabnya karena ada gigi ganggren (rusak/luka) pada sisi yang sama dengan sinus.
  • Plak dan karang gigi (calculus)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Plak adalah istilah umum untuk menggambarkan kumpulan kuman yang tak berbentuk, kenyal dan lengket yang terkumpul pada gigi, di atas dan di bawah gusi. Jika plak tidak dibersihkan, kuman plak menghasilkan asam yang menyebabkan kerusakan gigi atau toksin yang menyebabkan penyakit karang gigi dan gingivitis.
  • Peradangan gusi samping gigi (gingivitis)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Gingivitis adalah radang yang terjadi pada gusi yang menjalar ke gigi sebagai akibat dari infeksi bakteri. Penyakit ini adalah salah satu penyakit periodontal, yaitu bisa menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi. Adapun hal yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah buruknya kebersihan mulut.
  • Gigi berlubang (caries dentis)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Kuman dalam plak gigi menghasilkan asam dari gula yang menyebabkan kehilangan mineral, disebut demineralisasi. Bila terjadi demineralisasi, maka gigi menjadi berlubang dan bersarangnya penyakit.
  • Radang mulut (stomatitis)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Radang mulut disebabkan infeksi jamur dan pengobatannya biasanya menggunakan tablet hisap antifungal. Penyakit radang mulut memiliki ciri yaitu lidah berwarna pucat dan terdapat bercak kuning keputihan yang bisa dikeruk dengan mudah. Rasa perih terasa pada bercak tersebut jika terkena makanan atau saat menyikat gigi.
  • Bau mulut (halitosis)
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Halitosis adalah bau nafas yang tidak sedap. Halitosis terutama adalah hasil dari fermentasi anaerobik partikel makanan oleh bakteri gram negatif di dalam mulut yang menghasilkan senyawa belerang atsiri seperti hidrogen sulfida dan merkaptan metil. Yang kesemuanya akan menimbulkan penyakit gigi.
  • Gigi Patah
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal
Seseorang yang merasakan nyeri yang tajam dan berlangsung singkat ketika mengunyah atau memakan sesuatu yang dingin, mungkin memiliki gigi yang patah sebagian (fraktur inkomplit, greenstick). Selama giginya patah sebagian dan bagian dari gigi tersebut belum terbelah, dapat diperbaiki dengan penambalan (restorasi) agar tidak menjadi penyakit.

Gigi depan bagian atas, terutama gigi seri, cenderung mudah mengalami cedera dan patah. Jika setelah suatu cedera sebuah gigi tidak peka terhadap udara, kemungkinan besar hanya permukaan bagian luarnya (email) saja yang telah mengalami kerusakan. Bahkan jika email telah mengalami kerusakan kecilpun, tidak dibutuhkan pengobatan penyakit secara segera.

Patah pada lapisan pertengahan gigi (dentin) biasanya akan menimbulkan nyeri jika gigi menyentuh udara dan makanan. Jika patah terjadi pada lapisan gigi paling dalam (pulpa), pada bagian yang patah akan tampak sebuah bintik merah dan seringkali terlihat darah. Pengobatan saluran akar mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat pulpa yang tertinggal sebelum pulpa mati dan menyebabkan penyakit dan nyeri yang hebat. Jika penderita berusia dibawah 12 tahun, pengobatan saluran akar ditunda sampai akar dari gigi yang terkena terbentuk sempurna.
  • Gigi Tanggal
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Jika suatu cedera menyebabkan tanggalnya gigi ke dalam kantong gigi atau menyebabkan perdarahan jaringan gusi di sekitarnya, penderita harus segera mendatangi dokter gigi. Kerusakan gigi susu bagian depan biasanya tidak menimbullkan masalah. Bila kerusakannya lebih parah, gigi susu tersebut dapat dicabut tanpa membahayakan gigi tetap atau dengan menyisakan tempat untuk tumbuhnya gigi tetap. Jika gigi susu di bagian belakang mulut mengalami kerusakan, dimasukan suatu alat yang disebut space-maintainer, sehingga gigi tetap tumbuhnya tidak saling tumpang tindih dan tidak sakit.
  • Rahang Patah
Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Rahang yang patah menyebabkan sakit hebat dan biasanya menyebabkan maloklusi. Mulut dan gigi seringkali tidak dapat dibuka lebar atau bergeser ke satu sisi jika dibuka atau ditutup.

Sebagian patah rahang terjadi di rahang bawah (mandibula). Patah rahang atas (maksila) bisa menyebabkan:
  1. Gigi tidak nyamanan karena sakit
  2. Penglihatan ganda (karena otot mata menempel di dekatnya)
  3. Mati rasa di kulit dibawah mata (karena cedera pada persarafannya)
  4. Ketidakteraturan pada tulang pipi yang bisa dirasakan jika jari-jari tangan meraba pipi.
Selain menjadi penyakit gigi, setiap cedera yang menyebabkan patah rahang, juga bisa melukai tulang belakang di leher, sehingga sebelum dilakukan pengobatan terhadap patah rahang, sering dilakukan pemeriksaan rontgen leher. Suatu pukulan kuat yang menyebabkan patah rahang juga dapat menyebabkan geger otak atau perdarahan interkranial.

Jika diduga terjadi patah rahang, agar tidak terlalu sakit, maka penderita harus menahan rahangnya dengan mengatupkan giginya dan rahang tidak boleh digerakkan. Rahang bisa ditahan dengan tangan atau dengan perban yang dililitkan sebanyak beberapa kali di bawah rahang dan ke atas kepala, tetapi jangan sampai menghalangi jalan udara. Penderita secepat mungkin mencari bantuan medis karena fraktur bisa menyebabkan perdarahan di dalam dan penyumbatan jalan nafas.

Di rumah sakit, rahang atas dan rahang bawah akan diikat dengan kawat (wiring), dan dibiarkan selama 6 minggu agar tulang sembuh sempurna. Selama pemasangan kawat, penderita hanya dapat minum cairan melalui sedotan. Banyak patah rahang yang dapat diperbaiki melalui pembedahan dengan sebuah piringan; rahang tidak boleh digerakkan hanya selama beberapa hari, setelah itu penderita bisa makan makanan lunak selama beberapa minggu agar gigi dan rahang tetap normal.

Antibiotik biasanya diberikan pada patah majemuk, dimana patah tulang menjalar ke gigi atau kantongnya dan merupakan patah terbuka yang berhubungan dengan daerah yang tercemar rasa sakit (misalnya mulut).

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Efek Samping Obat Sakit Gigi

Jika kita tidak jeli dalam memilih obat sakit gigi yang tepat, maka justru akan membuat masalah pada gigi. Berikut rinciannya:

Pembengkakan
Pembengkakan biasa terjadi setelah dilakukan tindakan tertentu terhadap gigi, terutama pencabutan gigi dan pembedahan periodontal. Meletakkan bongkahan es batu (atau sekantong plastik kacang polong atau jagung beku) pada pipi dapat mencegah terjadinya pembengkakan dan meredakan sakit.

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Bongkahan es tersebut diletakkan pada pipi selama 25 menit dan kemudian dilepaskan selama 5 menit. Jika setelah 3 hari pembengkakan menetap atau meningkat, atau jika sakitnya hebat, mungkin telah terjadi infeksi dan penderita harus segera menemui dokter giginya.

Dry-socket
Dry-socket (pemaparan terhadap tulang di dalam kantong gigi yang menyebabkan tertundanya penyembuhan), bisa terjadi setelah pencabutan gigi belakang sebelah bawah. Biasanya rasa tidak nyaman akan berkurang dalam 2-3 hari setelah pencabutan gigi dan kemudian secara tiba-tiba bertambah buruk, biasanya disertai dengan sakit telinga.

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Biasanya hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah 1 sampai beberapa minggu, tetapi dokter gigi bisa memasukkan verban anestetik ke dalam kantong untuk menghilangkan rasa sakit dan ngilu. Verban ini diganti setiap 1-2 hari selama 1 minggu.

Perdarahan
Perdarahan setelah pembedahan penyakit gigid an mulut sering terjadi. Biasanya hal ini bisa dihentikan dengan menekan tempat pembedahan selama beberapa jam pertama, yaitu dengan menggigit kapas selama 1 jam.

Penyakit Gigi Umum dan Khusus Wajib Kenal

Perdarahan dalam mulut dapat mengecoh karena sejumlah kecil darah akan bercampur dengan air liur sehingga perdarahan tampak lebih banyak dari sesungguhnya. Jika perdarahan berlangsung terus menerus, untuk meredakan rasa sakit di daerah yang mengalami perdarahan dibersihkan kemudian sepotong kasa tipis yang bersih atau sebungkus kantong teh yang sudah dibasahi kembali digigit di daerah tersebut. Jika perdarahan berlangsung terus sampai lebih dari beberapa jam, penderita harus segera menemui dokter giginya.

Orang yang secara rutin mengkonsumsi antikoagulan atau aspirin (meskipun hanya 1 tablet aspirin/hari), harus menyampaikannya kepada dokter penyakit gigi pada 1 minggu sebelum dilakukan pembedahan karena obat-obat tersebut meningkatkan kecenderungan terjadinya perdarahan. Dosis obat tersebut bisa disesuaikan atau dihentikan untuk sementara waktu.

Top